Hidup itu (bukan) Pilihan

Hidup adalah (bukan) pilihan
Takdir menjadi tkw.

Assalaamualaikum wr. Wb
Salam damai sejahtera buat kita semua,
Salam jumpa kembali dg suara saya di curhat tkw.

Pernah gak sih teman2, sepanjang perjalanan hidup Anda, anda bertanya-tanya, tentang kehidupan ini, kenapa kita dilahirkan, tentang alam semesta, tentang ajaran agama, tentang Tuhan benar ada gak sih, tentang prinsip-prinsip hidup yang diyakini orang-orang, kenapa ada pria dan wanita, kenapa manusia berbeda-beda, dan kenapa-kenapa buanyak lagi semacamnya….

Pernah gak, walau mungkin hnya sekali, bertanya-tanya seperti itu, terutama saat sedang sendiri, tiba-tiba pikiran itu datang, menghantui dan membuat kita merenungi.

Sewaktu menjadi kanak-kanak, kita hidup dengan perasaan bebas dan selalu riang gembira, hidup lepas, saat tertawa gembira, saat ingin berteriak, atau menangis, kita lakukan begitu saja, perasaan dengan mudahnya silih berganti dan berlalu begitu saja. Tak ada yang serius, tak ada yang kemudian di pikirkan tertalu dalam, hari berganti, semua menjadi hari baru.
Indahnya menjadi anak-anak.

Tetapi kemudian saat beranjak dewasa, ada banyak hal yang mulai kita pikirkan, ada yang memberitahu apa yang baik dan buruk, apa yang boleh dan tidak boleh, ada yang mengarahkan masa depan seperti apa, harus begini dan begitu. Kita harus berani mengambil tanggung jawab sendiri, kita mulai menentukan cita2, dan berusaha menggapai ini dan itu. Dan kita mulai mengenal kegagalan, kesedihan, putus asa, penderitaan. Hidup menjadi sebuah perjuangan...betul apa benar tmn2?

Seiring waktu, usia yang semakin menua, kepala 2 beranjak 3 dan sekarang beranjak 4.beberapa teman sebaya sudah meninggalkan dunia ini, yang lebih mudapun banyak,
Sering kesendirian membuat jd renungan, melihat kembali ke belakang, apa yg sudah terjadi, apa yang sudah tercapai, tak bisa dipungkiri, kita juga melihat kanan kiri, bertemu dg teman2 lama, teman bermain sewaktu kecil, teman2 sekolah dan apa yg terlihat yang sudah mereka capai. Kita membandingkan, kita ditanya ini dan itu, kesuksesan, keluarga yg harmonis, anak2 yang banyak, rumah, mobil, status, karir jabatan, menjadi ukuran pembandingan, seberapa sukses dan bahaginya dalam hidup.

Sementara aku melihat diriku menjadi tkw. Bertahun-tahun. Tanpa pencapaian, harta, karir, rumah,  keluarga, anak2 pun… tak ada, tak punya. Aku hanya punya hidup itu sendiri, standar paling dasar. Hidup itu sendiri.

Padahal aku pemakan motivasi, ikut bisnis, sekolah dg nilai terbaik dan di sekolah favorit. Punya mimpi jd pengacara, punya bisnis yg besar dan sukses, itu hanya mimpi.
aku juga hanya ingin menikah sekali seumur hidup, bertemu pangeran dan bahagia punya keluarga dan anak2, punya rumah dan kebun yang luas, mobil dan usaha yang sukses bersama suami.
Aku ingin kuliah seperti teman2 yg lain, aku mendaftar ke jepang korea dan taiwan pabrik. Agar mendapat pekerjaan yang lebih enak dan gaji lebih besar. Itu tak terwujud.tertipu, gak lulus,gagal berangkat
Tetapi ketika aku mendaftar menjadi tkw, berulang kali, selalu mulus dan berangkat. Singapore, Hongkong, Taiwan.

Sekarang, aku sadar, hidup itu (bukan) pilihan.
Kita dilahirkan ke dunia, menjadi anak siapa, berkebangsaan apa, kita makan, bernafas dan kelak mati, semua bukan pilihan kita, dan itu juga berlaku dg nasib dan perjalanan hidup itu sendiri. Apa peran kita dalam hidup ini. Semua, adalah takdir Ilahi yang sudah tertulis.
Dia yang punya maksud, tujuan, pilihan untuk kita tinggal menjalani. Dia yang memelihara, menjaga, memberi, mengambil, melakukan apa saja terhadap kita, Dia Sang Dalang, dan kita adalah wayang.

Sekarang, hanya pasrah, lillah saja. Jalani takdir dan berusaha dg sebaik-baiknya, itupun dg izin Allah.

Sebuah artikel menarik yang menginspirasi, agar hidup ini bahagia. Saat  pikiranku berkelana, mengingat semua orang yang pernah dan sedang hadir dalam hidupku. Aku menemukan artikel ini dan juga yang sekarang kuyakini.
Berikut saya kutipkan:

1. Siapapun orang yang dihadirkan dalam hidupmu, dia adalah orang yang tepat buat hadir dalam hidupmu.

Kehadiran siapapun itu dalam hidupmu bukanlah kebetulan. Siapapun itu yang kamu temui, berkenalan, berteman, pacaran, menikah denganmu … termasuk juga yang berpisah dan bercerai denganmu … orang-orang itu selalu punya tugas untuk memberimu pesan dan pelajaran soal kehidupan.

2. Apapun yang kamu alami sekarang adalah satu-satunya pilihan yang bisa kamu alami.

Apapun yang terjadi adalah satu-satunya yang bisa terjadi. Enggak ada kemungkinan yang lain. Sama sekali enggak ada. Bahkan terkait pengalaman-pengalamanmu yang sepele pun enggak ada kemungkinan yang lain. Meski beberapa waktu lalu kamu memilih jalan yang berbeda, yang kamu alami sekarang ya tetap sama seperti yang kamu alami sekarang. Apapun yang kamu alami saat ini, adalah satu-satunya kemungkinan yang bisa terjadi dan kamu alami. Dan itu harus kamu alami karena kamu butuh menerima pelajaran yang tersimpan buat melanjutkan langkah perjalanan kehidupan. Apapun yang terjadi dalam hidup ini sudah indah apa adanya, termasuk kejadian yang enggak sesuai dengan keinginanmu sekalipun.

3. Apapun yang terjadi, selalu terjadi pada waktu yang tepat.

Semuanya terjadi pada waktu yang tepat. Tidak akan pernah terlalu cepat, ataupun terlambat. Ketika sesuatu terjadi, berarti kamu sudah dianggap layak buat mengalaminya, sepahit apapun itu.

4. Apapun yang sudah berakhir, selalu berakhir pada waktu yang tepat.

Apapun yang sudah berakhir, ya sudah berakhir. Ketika sesuatu berakhir, ini membantumu buat melangkah ke tahapan kehidupan selanjutnya. Karenanya, berterima kasihlah kepada setiap akhir yang tidak kamu inginkan. Dan yang sudah berakhir itu butuh diikhlaskan agar bisa move on.

Menarik dan benar, tapi butuh proses untuk bisa menerimanya.

Semoga curhat kali ini lebih mengispirasi.
Nikmati apa yg ada, belajar dari anak-anak, enjoy now. Be happy.

Wasalam.


Facebook

Komentar